Di momen seperti ini, empati menjadi perayaan paling bermakna yang kita bisa berikan. Uang yang biasanya kita gunakan untuk membeli bensin demi jalan-jalan santai, membeli petasan yang hanya bersinar sebentar, atau hiburan sesaat, sesungguhnya bisa menjadi bantuan yang sangat berarti. Sedikit yang kita sisihkan – bahkan hanya sepotong roti atau sehelai selimut – mampu menghadirkan kehangatan dan harapan bagi mereka yang sedang terpuruk.
Menahan diri dari euforia merayakan bukan berarti kita menghilangkan kebahagiaan. Justru dengan berbagi apa yang kita miliki, kita menemukan makna Tahun Baru yang lebih dalam dan berarti. Kebahagiaan yang lahir dari kepedulian terhadap sesama akan bertahan jauh lebih lama dibandingkan gemerlap kembang api yang hanya menghilang dalam sekejap mata.
Tahun Baru adalah tentang memulai kembali, tentang menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang sesungguhnya. Ketika kita memilih untuk peduli dan beraksi, kita sedang menyalakan cahaya kecil yang mampu menerangi kegelapan yang menyelimuti mereka. Setiap rupiah yang dikumpulkan, setiap bantuan yang diberikan, menjadi doa yang terwujud, menjadi penguat semangat, dan menjadi bukti bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
