Ia menilai tema yang diangkat mahasiswa sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Banjar. Konsep etalase UMKM di tingkat kecamatan dinilai mampu mendorong terciptanya pusat pelayanan masyarakat sekaligus ruang promosi produk unggulan daerah yang dapat menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Saya percaya ide-ide kreatif yang disusun mahasiswa akan memberikan perspektif baru terhadap pengembangan ruang Kota Banjar. Hasilnya diharapkan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga menjadi referensi dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Teknik Unisba dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar, serta penandatanganan Implementation Agreement antara Program Studi PWK Unisba dengan Bappelitbangda Kota Banjar. Penandatanganan kerja sama ini disertai dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.


