Dorong Budaya Zero Food Waste
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran kontekstual yang dapat mengasah kemampuan kepemimpinan mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan soft skill, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama.
“Pembelajaran di lapangan seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Empat kompetensi tersebut sangat menentukan kesuksesan di masa depan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Herman juga menjelaskan bahwa program ini menargetkan terbentuknya budaya zero food waste di masyarakat. Konsep tersebut menekankan bahwa sampah makanan tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali atau dimanfaatkan secara produktif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah, pemanfaatan kembali sampah, serta pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos maupun pakan ternak berbasis maggot.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, turut memberikan dukungan terhadap program tersebut melalui berbagai fasilitas, termasuk penyediaan ribuan ember sebagai sarana awal pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat RW. (ask/png)***