Menurut Fuady, perkembangan ekonomi digital menuntut pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan pola pemasaran berbasis platform digital.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi awal dari pengembangan usaha lanjutan,” tambahnya.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan implementatif, mulai pemetaan awal kondisi UMKM, pelatihan digital marketing, workshop pembuatan konten, penguatan komunikasi bisnis, hingga pendampingan dan monitoring usaha.
Dalam sesi diskusi dan praktik, sejumlah pelaku UMKM turut membagikan pengalaman mereka memanfaatkan media sosial untuk pengembangan usaha.
Ai Suprianti, pelaku usaha yang telah berwirausaha selama 16 tahun, mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial membantu memperluas jangkauan pemasaran produknya.
Sementara itu, pelaku usaha Surabi Durian Hade dan Urban Barbershop menyampaikan bahwa mereka mulai merintis penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dan penguatan identitas usaha secara digital.