Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ina Helena Agustina, M.T., dosen Fakultas Teknik Unisba dan Pegiat Food Waste; Darto, A.P., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung; dan Prof. Dr. Deni K. Yusup, M.A., pakar fikih lingkungan. Ketiganya membahas isu pengelolaan sampah dari sudut pandang kebijakan publik, maqashid syariah, hingga inovasi teknologi.
Dalam paparannya, Ina Helena Agustina menyampaikan inovasi pengolahan food waste yang dikembangkan Unisba melalui kolaborasi Fakultas Teknik, FMIPA, dan LPPM. Ia menjelaskan bahwa hampir 45% sampah di Bandung merupakan sisa makanan, yang mayoritas masih ditangani dengan metode tradisional yang berisiko tinggi terhadap lingkungan.
Untuk menjawab persoalan ini, Unisba mengembangkan model pengolahan food waste menjadi pakan ternak, yang telah diuji coba menggunakan limbah dari lima Rumah Makan Ampera dan menghasilkan pakan ikan serta unggas dengan standar nutrisi. Model ini melibatkan rumah tangga, mahasiswa, dan komunitas lokal, serta memperkenalkan konsep laboratorium edukasi di TPS sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Ia juga mengenalkan teknologi insinerator plasma dingin—alat ramah lingkungan yang dapat memusnahkan sampah tanpa emisi tinggi dan tanpa bahan bakar tambahan.


