“Unisba sudah beberapa waktu lalu mencoba menerapkan hasil riset yang kami lakukan. Diawali dengan pemilahan sampah berbasis zero waste di tingkat kampus, kemudian kami mengembangkan inovasi berupa Reaktor Plasma Dingin,” ujarnya.
Melalui LPPM, Unisba membentuk tiga tim utama, yakni tim Socio-Engineering, Food Waste, serta tim pengembangan Reaktor Plasma Dingin. Pendekatan Socio-Engineering difokuskan pada pembangunan budaya memilah sampah di tingkat masyarakat, sementara tim Food Waste diarahkan untuk mengolah limbah makanan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak.
Dari sisi teknologi, Reaktor Plasma Dingin telah melalui uji laboratorium dengan hasil yang menunjukkan tidak adanya emisi gas buang. Sistem alat tersebut menggunakan mekanisme penangkapan polusi melalui beberapa tungku, sehingga dampak lingkungan dapat ditekan hingga mendekati nol.