Dalam seminar nasional bertajuk “Hijrah Menuju Sadar Lingkungan Bersih: Sinergi Nilai Islam dan Kebijakan Publik dalam Pengelolaan Sampah”, Rabu (9/7) yang digelar Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (Puskaji) LPPM Unisba, perhatian utama difokuskan pada persoalan pengelolaan sampah. Isu ini dinilai sangat mendesak karena data menunjukkan bahwa tingkat timbulan sampah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, berada pada level tertinggi secara nasional.
Kepala Bidang Penelitian LPPM Unisba, Dr. Ir. Nugraha, S.T., M.M., IPM., menambahkan bahwa Unisba telah aktif selama lebih dari lima tahun dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah. Berbagai alat inovatif telah dipatenkan, seperti mesin pencacah sampah organik dan anorganik, mesin pengering maggot, serta insinerator berbasis teknologi plasma.
“Kami telah bekerja sama dengan TPS di Arcamanik, di mana alat-alat inovasi Unisba digunakan secara langsung dalam proses pengelolaan sampah. Ini bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat,” jelasnya.


