“Ini adalah wujud tanggung jawab keilmuan kami terhadap umat. Prosesnya sederhana dan mudah diterapkan. Meski saat ini masih berupa prototipe, potensi pengembangannya untuk produksi skala besar sangat terbuka,” jelasnya.
Seluruh kegiatan dan riset pengelolaan sampah ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Teknik, Program Studi Farmasi, dan LPPM Unisba. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan solusi yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Lebih lanjut, Neni menyampaikan bahwa Unisba juga aktif menjalin kerja sama dalam program Kosabangsa Kemendiktisaintek, seperti di Indramayu, Rangkasbitung dan Subang, untuk mendiseminasi teknologi tepat guna hasil penelitian dosen ke daerah-daerah yang membutuhkan. Salah satunya, pengembangan mesin pencacah batok kelapa sebagai solusi pengolahan limbah di wilayah Rangkasbitung.
“Unisba membuka diri untuk kolaborasi dengan pihak manapun yang membutuhkan solusi terhadap permasalahan lingkungan, khususnya sampah. Kami memiliki katalog paten dan tim akademisi lintas disiplin yang siap mendukung,” pungkasnya.
Dengan berbagai inisiatif ini, Unisba menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam pengajaran tetapi juga aktif dalam menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat dan lingkungan sekitar.(askur/png)


