Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unisba, Dr. Ir. M. Dzikron AM, S.T., M.T., IPM., menjelaskan mengenai fokusnya pada pengolahan food waste sebagai timbulan sampah terbesar di Kota Bandung. Bersama Prodi Farmasi Unisba, mereka telah merancang proses pengolahan limbah makanan menjadi produk pakan ternak, seperti pakan ikan dan unggas dalam bentuk granul.
“Kami menggandeng lima rumah makan Ampera di sekitar kampus dan berhasil mengumpulkan 313 kg sampah makanan per hari. Ini kami proses di laboratorium menjadi pakan yang bernilai ekonomi tinggi,” paparnya. Ia juga menambahkan bahwa teknologi insinerator yang digunakan telah menggunakan sistem plasma dingin yang ramah lingkungan dan lolos uji emisi, mendukung visi Unisba menuju kampus zero carbon.
Dari sisi farmasi, Apt. Gita Cahya Eka Darma, S.Farm., M.Si., menjelaskan bahwa telah mengembangkan proses penepungan sederhana dari sisa makanan seperti nasi, sayur, dan buah. Produk tersebut telah melewati uji kandungan nutrisi dan memenuhi standar SNI sebagai pakan ayam broiler.


