KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID – Sampah organik masih menjadi persoalan besar di berbagai daerah, terutama karena kapasitas pengelolaan yang semakin terbatas sementara volume sampah terus meningkat. Komposisi sampah organik—baik food waste maupun sampah taman—mencapai sekitar 50 persen dari total timbulan sampah. Jika tidak dikelola secara baik, sampah organik yang menumpuk dapat mencemari lingkungan dan memicu emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui pelepasan gas metana.
Ketua Tim Riset Universitas Islam Bandung (Unisba), Dr. Ir. Mohammad Satori, S.T., M.T., IPU menjelaskan bahwa sampah organik sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya.
“Selama ini masyarakat sudah mengolah sampah organik menjadi kompos, namun kandungan nutrisinya belum bisa disetarakan dengan pupuk organik,” ujarnya.
Menurutnya, melalui inovasi teknologi granulator, kompos yang telah diperkaya nutrisi tertentu dapat diolah lebih lanjut menjadi granul organik dengan kualitas setara pupuk organik.
