Perjalanan Tiara tidak selalu mulus. Konsistensi menjadi tantangan terbesarnya. Namun dukungan keluarga yang selalu menerima apa pun hasil pencapaiannya menjadi energi untuk terus berusaha maksimal. Aktif di berbagai organisasi, seperti Komunitas Satu Persen, hingga dipercaya sebagai ketua pelaksana beberapa event, membuatnya terbiasa berpikir kritis dan kompetitif. Prestasinya pun gemilang, mulai dari sutradara produksi media kreatif, announcer radio, hingga tim kreatif berbagai karya komunikasi.
Setelah lulus, Tiara berencana melanjutkan studi S2 melalui beasiswa, sambil mengembangkan minat di bidang wirausaha, khususnya pastry. Pesannya untuk adik-adik mahasiswa: “Jangan pernah takut gagal, karena gagal hanyalah proses belajar untuk mencoba lagi. Dunia ini tidak ada limit untuk mencoba hal baru,” ujarnya.
Sementara itu, gelar Wisudawan Tercepat diraih oleh Muhammad Nur Alief Fathansyah. Pemuda asal Cirebon ini berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 6 semester (kurang dari 3 tahun) dengan IPK 3,87 predikat Pujian. Alumni SMAN 4 Cirebon ini menulis skripsi berjudul “Pengaruh Keterampilan Komunikasi Interpersonal terhadap Kepuasan Pelanggan” dan resmi lulus pada 25 Juli 2025.


