Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa diminta mengubah pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa. Jika selama sekolah sebagian besar proses belajar masih didampingi guru, di perguruan tinggi mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam merencanakan dan menjalani studinya.
“Mulai hari ini insyaallah nama kalian bukan lagi siswa tetapi mahasiswa. Tolong move on dari pola sekolah dan ubah mindset,” pesannya.
Lukman juga mengingatkan mahasiswa untuk mengelola waktu dengan baik. Ia menekankan bahwa SKS bukanlah “Sistem Kebut Semalam”, melainkan Satuan Kredit Semester yang menuntut proses belajar secara konsisten, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas seperti praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan KKN.
Selain itu, mahasiswa diminta menjaga integritas akademik dengan menghindari praktik menyontek serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter dan kecerdasan emosional.


