Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa sejak awal berdirinya pada 1958, Unisba memiliki amanah untuk melahirkan calon pemimpin yang Faqih Fiddin. Menurutnya, konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pemahaman nilai-nilai Islam.
“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” katanya.
Rektor menjelaskan, seorang profesional yang Faqih Fiddin adalah mereka yang mampu mengintegrasikan keahlian dengan nilai-nilai Islam. Ilmu yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, “Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful”. Rektor menekankan bahwa kecerdasan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan akademik.


