“Beyond Intelligence mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu yang kita miliki mampu membentuk cara kita bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk membangun lingkungan kampus yang inklusif dengan menghargai perbedaan latar belakang, karakter, pemikiran, dan pengalaman.
“Jadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk saling menjauh. Belajarlah untuk mendengarkan, menghargai, bekerja sama, dan tumbuh bersama,” pesannya.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unisba pada akhirnya harus memberikan dampak nyata. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai berkontribusi dari lingkungan terdekat, baik melalui kelas, organisasi, komunitas, maupun keluarga.
Untuk memperkuat karakter mahasiswa, rektor memperkenalkan tiga Spirit Perjuangan Unisba, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Ketiganya menjadi semangat untuk membentuk mahasiswa yang memiliki keberanian untuk berjuang, kemampuan berpikir mendalam, serta keberanian menghadirkan pembaruan. “20 tahun lagi, kalianlah yang diharapkan menjadi Mujaddid itu,” ujarnya.


