Ia juga mengingatkan bahwa sebagai perguruan tinggi Islam, Unisba memiliki karakteristik yang membedakannya dengan perguruan tinggi lain, yakni membentuk insan yang berkarakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid. “Sertifikat pendidik ini selain sebagai pengakuan kompetensi dosen secara pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian, juga menjadi amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, integritas akademik, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Rektor turut mengajak para dosen yang telah masuk nominasi Serdos 2026 agar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa sertifikasi hendaknya dimaknai sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar meningkatkan kualitas diri, sedangkan tunjangan profesi merupakan bonus atas dedikasi tersebut.
Usai penyerahan sertifikat pendidik kepada para lulusan Serdos 2025, acara dilanjutkan dengan testimoni dari salah satu perwakilan lulusan, Hilmi Sulaiman Rathomi, dr., Sp. KKLP., M.K.M., Ph.D. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti proses sertifikasi ketika sedang menjalani tugas belajar di Australia.


