Menurutnya, seluruh tahapan dapat dilalui berkat pendampingan intensif dari tim pengembangan karier dosen dan bagian akademik Unisba. “Kalau saya saja yang beda benua waktu itu bisa lulus, Insya Allah semua bapak-ibu yang nanti menjalani proses juga bisa lulus. Membawa semangat mujahid karena proses ini memang layak untuk diperjuangkan,” ungkapnya.
Hilmi mengapresiasi proses pendampingan yang dinilainya sangat sistematis, mulai dari early screening, sosialisasi, konsultasi dokumen, hingga pendampingan penyusunan video pembelajaran. Ia juga memberikan sejumlah masukan, di antaranya penyediaan contoh video pembelajaran yang sesuai standar serta dokumentasi perkuliahan secara lebih terstruktur di tingkat fakultas.
Ia juga mengajak para dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik untuk memanfaatkan tambahan tunjangan profesi sebagai investasi dalam peningkatan kualitas tridarma. “Sebagian dari tunjangan profesi itu bisa dialokasikan kembali untuk mendukung penelitian, pengabdian kepada masyarakat, atau meningkatkan produktivitas akademik. Dengan begitu manfaatnya tidak hanya dirasakan secara pribadi tetapi juga berdampak bagi institusi,” ujarnya.


