Jika pekerjaan dipandang sekadar rutinitas administratif maka WFH mudah berubah menjadi ruang kelonggaran yang disalahgunakan. Namun jika pekerjaan dipahami sebagai amanah, di mana pun seseorang bekerja—di kantor maupun di rumah—ia tetap akan menjaga tanggung jawabnya.
Dalam konteks ini, WFH justru bisa menjadi cermin yang memperlihatkan kualitas etos kerja sebuah organisasi.
Tantangan bagi Dunia Kerja Indonesia
Bagi Indonesia, perubahan pola kerja ini menghadirkan tantangan tersendiri. Banyak organisasi masih sangat bergantung pada budaya kerja berbasis pengawasan. Kehadiran fisik sering kali lebih dihargai daripada hasil kerja. Padahal dunia kerja modern mulai bergerak ke arah yang berbeda: kepercayaan, fleksibilitas, dan tanggung jawab personal. Jika organisasi ingin memanfaatkan sistem kerja fleksibel seperti WFH secara efektif, mereka perlu membangun budaya kerja yang tidak hanya berbasis aturan, tetapi juga berbasis nilai. Nilai amanah, tanggung jawab, dan integritas seharusnya menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sumber daya manusia.


