Menurut Bagir, intelektual tidak hanya ditandai oleh penguasaan ilmu, tetapi juga keberanian untuk bertanggung jawab. Ia menambahkan, seorang intelektual perlu memiliki sikap adil dan terbuka dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Seorang intelektual tidak cukup hanya accountable, tidak cukup hanya ethics tapi harus dilengkapi oleh dua hal lagi, yaitu seorang intelektual harus selalu fair, fairness, selalu jujur. Yang kedua, harus selalu terbuka, openness,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sikap hati-hati, menurutnya, bukan berarti takut mengambil keputusan, melainkan mempertimbangkan setiap tindakan dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Bagir mengajak para lulusan menjadi bagian dari perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat dan ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga seorang sarjana harus mampu mengikuti perubahan, memberikan manfaat, bahkan menjadi pembawa perubahan.


