“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang pengabdian yang sesungguhnya. Gelar akademis yang tertera di belakang nama Saudara bukan sekadar hiasan ijazah, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut pembuktian nyata di tengah masyarakat,” ujar rektor dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tetap membawa nilai yang menjadi bagian dari pendidikan di Unisba, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Nilai tersebut menjadi bekal untuk terus berjuang, berpikir kritis, berinovasi, dan membawa perubahan di tengah masyarakat.
Menurut rektor, lulusan juga perlu menjaga keseimbangan antara ilmu dan integritas. Ilmu tanpa integritas dapat disalahgunakan, sedangkan integritas tanpa ilmu dapat membuat seseorang kesulitan menyelesaikan persoalan dengan tepat.
“Di pundak Saudara kini melekat identitas sebagai intelektual Muslim, sebagai insan yang Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, serta pembelajar sepanjang hayat,” katanya.


