“Jadikanlah teknologi sebagai alat yang kita berdayakan, bukan alat yang menggantikan peran kita,” pesannya.
Menurutnya, lulusan perlu memiliki sejumlah kemampuan penting, seperti akhlak, integritas, kemampuan memecahkan masalah, serta kemauan untuk terus belajar. Di tengah perkembangan AI, kemampuan manusia seperti empati, kecerdasan emosional, kreativitas, etika, dan tanggung jawab moral tetap menjadi kekuatan yang tidak dapat digantikan teknologi.
Ia juga mendorong lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani melihat peluang menjadi entrepreneur. Dengan membuka lapangan kerja, lulusan dinilai dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sebagai bekal memasuki dunia profesional, ia mengajak para lulusan Unisba menjadi pribadi JAGO, yakni Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik.
“Pegang teguh spirit tersebut di mana pun kalian berada,” pesannya.


