“Inilah bedanya pendidikan vokasi dengan pendidikan akademik murni. Pendidikan vokasi memiliki keunggulan yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri,” ucap Wamenaker Immanuel.
Wamenaker Immanuel mengatakan, relevansi kurikulum pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi menjadi kunci keberhasilan SDM di era digitalisasi. Disadari di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, tantangan yang dihadapi dunia industri semakin kompleks, serta keterampilan yang diperlukan juga semakin spesifik.
“Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri, dibutuhkan untuk menjembatani gap keterampilan yang ada di pasar tenaga kerja,” ujarnya.
Wamenaker menambahkan, untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di era Revolusi Industri 4.0, Polteknaker yang menjadi bagian dari Kemnaker telah berdedikasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul. Ia menyebut lulusan Polteknaker juga merupakan kader inti yang profesional, produktif, dan memliki daya saing di masa depan.