Jakarta, Pripos.id – Komisi VI DPR-RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Perdagangan, Budi Santoso dan Menteri BUMN Erik Tohir.Raker di gelar pada Selasa, 20 Mei 2025 bertempat di Ruang Rapat Komisi VI DPR-RI, Gedung Nusantara 1 Senayan, Jakarta Selatan.
Raker ini membahasKebijakan Amerika Serikat terkait penerapan tarif impor dan dampaknya bagi Indonesia serta Rencana Pengesahan First Protocol to Amend the ASEAN-Hong kong, China Free Trade Agreement (Protokol Pertama untuk Mengubah Persetujuan Perdagangan Bebas ASEAN-Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok).
Saat Raker dengan Menteri Perdaganhan dan Menteri BUMN ini Anggota Komisi VI DPR-RI, Rizal Bawazier (RB) dari Fraksi PKS yang berasal dari Dapil Jateng X (Kab. Batang, Kab.Pemalang, Kab/Kota Pekalongan) mengatakan, “ Dalam kebijakan tarif Amerika ini tidak berlaku ilmu ekonomi jadi yang berlaku itu ilmu negoisasi,”ujar RB sapaan akrabnya.
“Jadi Maksudnya kalau kita kirim orang-orang ekonomi dalam negoisasi untuk tarif Amerika ini nanti tidak ada hasilnya jadi yang kita butuhkan itu orang-orang yang ahli dalam negoisasi,”jelas RB
RB menambahkan, Jangan sampai kejadian 1997 dan 1998 terulang di mana IMF ikut masuk dan ikut campur.
“Seperti 51,24 persen saham Freport kita miliki tapi itu menurut saya itu masih kosong jadi potensi freeport itu bisa kita ambil 100 persen sahamnya jadikan itu dalam bahan negoisasi walaupun Indonesia memiliki saham Freeport 51,24 persen tapi menurut saya Indonesia belum memiliki jadi sebenarnya masih di pegang Amerika jadi kita harus hati-hati dengan Amerika ini dan jangan sampai kita kalah lagi dalam negoisasi ini,” pungkas RB.(ris)

