Oleh Agung Wijoyo (Mahasiwa Program Studi Doktor Manajemen Universitas Islam Bandung dan Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan)
METAVERSE bukan sekadar evolusi teknologi digital. Ia mengubah logika dasar pemasaran secara fundamental. Jika sebelumnya perusahaan memegang kendali penuh atas penciptaan nilai, kini peran tersebut semakin terdistribusi. Konsumen tidak lagi sekadar membeli atau mengonsumsi tetapi ikut membentuk, memodifikasi, bahkan mendefinisikan nilai itu sendiri. Dalam konteks ini, value co-creation tidak lagi menjadi konsep tambahan, melainkan inti dari strategi pemasaran modern.
Secara konseptual, value co-creation menandai pergeseran dari model value delivery menuju value interaction. Nilai tidak lagi dianggap melekat pada produk sejak awal tetapi muncul melalui proses interaksi yang dinamis antara perusahaan dan pengguna. Metaverse mempercepat transformasi ini dengan menghadirkan ruang digital yang imersif, interaktif, dan tanpa batas geografis. Di sini interaksi berlangsung secara real-time dan berlapis.