Ketiga co-economy, yang memungkinkan pengguna memperoleh nilai ekonomi langsung dari partisipasi mereka. Dalam metaverse, kreator dapat menjual karya digital, pengguna dapat memperoleh insentif dari kontribusi, dan brand dapat membangun ekosistem berbasis kolaborasi ekonomi. Model ini menciptakan hubungan yang lebih setara antara perusahaan dan konsumen, sekaligus membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Tantangan Perusahaan
Namun, semakin kuat peran konsumen, semakin kompleks pula tantangan yang dihadapi perusahaan. Value co-creation menuntut pergeseran dari kontrol menuju kolaborasi sesuatu yang tidak selalu sejalan dengan paradigma pemasaran tradisional. Perusahaan harus rela berbagi otoritas dengan pengguna, tanpa kehilangan arah strategis dan identitas merek.
Risiko lain yang muncul adalah fenomena pseudo co-creation. Perusahaan hanya memberikan ilusi partisipasi tanpa benar-benar mengintegrasikan kontribusi pengguna. Dalam jangka panjang, pendekatan semacam ini justru dapat merusak kepercayaan dan mengurangi keterlibatan. Oleh karena itu, implementasi value co-creation harus bersifat substantif, bukan sekadar simbolik.