“Sekarang fenomenanya kan sudah berubah. Ketika dulu ada istilahnya big data, kenapa? Karena semua ini ternyata saling kait-mengait. Contoh, kalau kita lihat penjualan, seperti contoh soal yang diberikan sekarang, penjualan itu ditentukan tidak hanya oleh harga tapi juga oleh trend. Misalnya, di dalam penjualan handphone, dari data yang diberikan mereka bisa menyimpulkan bahwa kuartal 4 itu cenderung penjualan naik. Kenapa? Karena penjualan itu di kuartal 4 ada beberapa faktor. Yang pertama misalnya, ada launching model baru di kuartal 1 tahun 2026. Sehingga yang 2025 itu biasanya mau cuci gudang sehingga diskonnya besar. Akhir tahun, orang biasanya lebih banyak dapat bonus akhir tahun di swasta. Sehingga mereka bisa punya budget lebih untuk membeli handphone. Dari data tersebut, produsen handphone akan menggenjot marketingnya justru di Q4. Berbasis data. Jadi, keputusan yang diambil berbasis data,” jelas Irwan yang juga alumni MIPA Unisba.
Berkah Ramadlan, LSP Unisba Gelar Ujikom Associate Data Analyst Untuk Tendik Unisba

Sebanyak 75 orang terdiri atas 71 tenaga kependidikan (tendik) Unisba dan empat orang dosen Unisba mengikuti kegiatan uji kompetensi Associate data Analyst yang digelar LSP Unisba bekerjasama dengan LSP P3 TIK Global di Kampus Utama Unisba, Selasa (18/3/2025).(foto: ask)
Leave a Comment
Leave a Comment