Salah satu penelitian yang menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun, yaitu sikap santri terhadap perilaku,norma subjektif dari keluarga, guru dan teman sebaya mendorong
mereka untuk melakukan perilaku cuci tangan pakai sabun. Terakhir adalah kendali perilaku yang dirasakan. Hal ini melibatkan kemudahan akses dalam fasilitas cuci tangan pakai sabun, seperti air mengalir, sabun, dan pengering tangan.
Cuci Tangan Pakai Sabun tampak sederhana, namun dampaknya sangat besar dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif. Kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan dalam pembiasaan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun, dukungan dari semua pihak, menyediakan fasilitas yang memadai ,dan edukasi yang berkelanjutan, merupakan kunci keberhasilan perilaku ini. Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan remaja. Jika setiap santri mulai membiasakan diri Cuci Tangan Pakai Sabun maka langkah kecil ini akan membawa perubahan besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.***
