Oleh Dra. Yusbardini, ME Bersama Prof.Dr. Muhardi.SE.MM, Prof. Dr. Tasya Aspiranti, SE,MM dan Prof. Dr. Atih Rohaeti Dariah. S.E.. M.Si ( Dosen FEB Universitas Islam Bandung)
DALAM beberapa dekade terakhir, dunia investasi mengalami transformasi yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga filosofis. Jika dulu investasi dipahami sebagai aktivitas ekonomi yang bertujuan memaksimalkan keuntungan, kini paradigma tersebut mulai bergeser. Muncul kesadaran global bahwa keuntungan finansial semata tidak lagi cukup untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman. Krisis iklim, ketimpangan sosial, dan instabilitas ekonomi membuka mata banyak pihak bahwa sistem investasi yang hanya berorientasi pada profit cenderung rapuh dan berpotensi menimbulkan dampak negatif yang luas.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) hadir sebagai pendekatan baru dalam dunia investasi. ESG menawarkan kerangka kerja yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam pengambilan keputusan investasi. Secara teori, pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem investasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya, ESG tidak lepas dari berbagai kritik dan keterbatasan.