Mengkaji Potensi Jamur untuk Penelitian Kanker Payudara
Dalam ajang tersebut, Nizar membawa penelitian berjudul “Potential Secondary Metabolites of The Fungus Trichoderma sp. As A Biological Agent Candidate for Breast Cancer: In Vitro and In Silico Approach”.
Penelitian itu berfokus pada eksplorasi senyawa metabolit sekunder dari jamur Trichoderma sp. yang dikaji sebagai kandidat agen biologis untuk kanker payudara. Salah satu hal menarik dari objek penelitian tersebut adalah keberadaan jamur yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar, termasuk area pepohonan pisang.
Penelitian Nizar dan tim menggunakan dua pendekatan, yakni in vitro dan in silico. Melalui pendekatan in vitro, Artemia salina atau brine shrimp digunakan dalam pengujian toksisitas senyawa yang diteliti.
Sementara itu, pendekatan in silico meliputi analisis farmakokinetik serta molecular docking. Tahapan tersebut digunakan untuk mempelajari kemungkinan interaksi senyawa dengan target protein yang berkaitan dengan kanker payudara.
Nizar menegaskan bahwa penelitian tersebut masih berada dalam tahap analisis. Hasil kajian itu belum dapat disebut sebagai obat yang siap digunakan oleh manusia.
“Masih perlu waktu untuk dikembangkan sehingga nantinya bisa menjadi kandidat obat yang efektif untuk mengurangi pertumbuhan kanker payudara,” katanya.


