Secara praktis, Maya merekomendasikan agar peningkatan layanan publik tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga penguatan komunikasi interpersonal dan literasi digital publik. Lembaga publik, termasuk Pengadilan Tinggi Bandung, disarankan untuk memperluas edukasi digital bagi kelompok rentan, memperkuat infrastruktur layanan, serta membangun lingkungan kerja yang inklusif dan empatik.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu komunikasi, tetapi juga menghadirkan paradigma baru dalam pengelolaan pelayanan publik digital yang humanis, responsif, dan berkeadilan sosial.
Dengan capaian akademiknya ini, Maya Amalia Oesman Palapah menambah daftar panjang dosen Fikom Unisba yang berhasil menempuh jenjang pendidikan tertinggi, sekaligus memperkuat komitmen Unisba dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengembangan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat.(askur/png)
