“Banyak anak-anak dan remaja dipaksa meninggalkan ajaran Islam dan diarahkan untuk mengikuti gaya hidup yang dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok,” jelas Nur Muhammad.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa narasi pemerintah Tiongkok tentang Uyghur tidak sesuai dengan fakta. Ia menyebut bahwa berbagai lembaga internasional telah melaporkan adanya pelanggaran HAM serius, bahkan hingga eksekusi tanpa proses hukum terhadap warga Uyghur.
Sebagai langkah konkret, IUETO berencana membawa pengusaha Turki ke Indonesia serta menyelenggarakan forum internasional di Bandung untuk menghadirkan para peneliti yang fokus pada isu Uyghur.
“Kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang situasi Uyghur, karena masih banyak informasi yang keliru beredar,” kata Nur Muhammad.
Komitmen untuk Kolaborasi Masa Depan
Diskusi ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut antara Jawa Barat dan Turki, termasuk rencana untuk menjadikan Bandung dan Istanbul sebagai sister city.
