Menurutnya, kehadiran dua narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi. Rektor Unisba membahas karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid di era digital, sedangkan Meyda Sefira memberikan gambaran dari pengalaman praktis mengenai dakwah, komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan media.
Ahmad menjelaskan, dakwah saat ini tidak lagi terbatas pada ruang masjid maupun pengajian. Perkembangan media sosial membuka ruang yang lebih luas bagi penyampaian pesan keagamaan melalui berbagai platform digital. Karena itu, mahasiswa perlu memahami karakter media sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan tersebut sebagai bagian dari aktivitas dakwah.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam dakwah. Latar belakang keilmuan yang beragam, menurutnya, dapat menjadi modal untuk memperkaya cara menyampaikan pesan Islam. Hal tersebut salah satunya tercermin dari latar belakang Meyda Sefira yang berasal dari bidang teknik lingkungan dan kemudian berkiprah di dunia perfilman serta digital.


