Ia mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kompetensi sejak berada di bangku kuliah, bukan menunggu hingga menyelesaikan pendidikan. “Jangan hanya bertanya setelah lulus saya mau jadi apa? Tapi yang harus kita mulai bertanya, kompetensi apa yang harus saya bangun mulai hari ini?” katanya.
Asep juga mendorong mahasiswa agar tidak berhenti sebagai pengguna media. Mahasiswa Fakultas Dakwah diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang memiliki nilai serta memberikan pengaruh positif melalui ruang digital.
“Jangan hanya menjadi pengguna media tetapi jadilah produsen gagasan. Jangan mengejar viral tapi hadirkan nilai. Kemudian jangan hanya mencari follower, bangun pengaruh positif,” tuturnya.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui materi Rektor Unisba dalam tema “Menjadi Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid di Era Digital”. Dalam materinya, Harits menjelaskan bahwa perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai teknologi komunikasi mengubah cara masyarakat memperoleh serta menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dakwah Islam.


