“Dakwah membutuhkan interdisiplin. Dakwah perlu dikawinkan dengan berbagai pendekatan-pendekatan,” ujarnya.
Ahmad juga menyampaikan pentingnya keterbukaan dalam aktivitas dakwah, termasuk memberikan ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Menurutnya, dakwah perlu menjadi ruang yang terbuka dan inklusif sehingga mampu mengayomi berbagai kalangan.
Bangun Kompetensi Sejak Kuliah
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah Unisba, Dr. Asep Ahmad Siddiq, Drs., M.Si., mengatakan tema kuliah umum tersebut relevan dengan kondisi dakwah saat ini. Perkembangan teknologi membuat ruang dakwah semakin luas, mulai dari siniar hingga berbagai platform media sosial.
Menurut Asep, mahasiswa Fakultas Dakwah tidak cukup hanya memiliki kedalaman ilmu. Mereka juga perlu membangun kompetensi, kreativitas, literasi digital, dan profesionalisme. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah perlu diwujudkan melalui karya dan amal nyata.


