“Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum Fakultas Syariah, khususnya dalam pengembangan ilmu falak dan peningkatan keterampilan mahasiswa,” ujarnya.
Rukyat Sebagai Sunnah Rasulullah
Ia menambahkan, praktik rukyat hilal tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga merupakan implementasi dari sunnah Rasulullah SAW melalui hadis sumu liru’yatihi wa aftiru liru’yatihi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sarana tafakur bagi kita semua bahwa Allah SWT menciptakan langit, bumi, dan bulan sebagai alat perhitungan bagi manusia,” katanya.
Kepala Observatorium Albiruni, Encep Abdul Rojak, M.Sy., menjelaskan bahwa secara astronomis ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 03.00 WIB. Pengamatan hilal dimulai saat matahari terbenam pada pukul 17.43 WIB dengan posisi hilal berada pada ketinggian -1° 36′ 41.68”.