Ia menerangkan, proses pengamatan diawali dengan pengaturan dan kalibrasi teropong menggunakan kamera CCD serta filter Matahari sejak pukul 13.30 WIB. Menjelang waktu pengamatan, teropong diarahkan ke posisi hilal dan hasil citra ditampilkan melalui layar televisi berukuran 45 inci agar dapat diamati bersama oleh peserta rukyat.
Adapun Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Dudu Rohman, M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan laporan pemantauan hilal di lima titik di Jawa Barat termasuk di Observatorium Albiruni Unisba, hilal tidak berhasil terlihat akibat kondisi cuaca yang mendung dan hujan di hampir seluruh lokasi pengamatan.
Meski demikian, berdasarkan data astronomis, posisi hilal di wilayah Jawa Barat telah memenuhi kriteria MABIMS dengan tinggi hilal mar’i sekitar 4 derajat dan tinggi hilal hakiki sekitar 5 derajat.