Acara ini juga menghadirkan juri eksternal dari kalangan praktisi, seperti Haikal Hanifah, S.H., M.H. (pengacara aktif) dan Ali Rido, S.H., C.Me (advokat dan ahli perpajakan), yang memberi perspektif praktis serta umpan balik penting bagi peserta.
Yang menarik, kompetisi ini dibuka untuk umum dan disaksikan oleh mahasiswa lintas angkatan, menciptakan atmosfer akademik yang dinamis dan inspiratif. Albani, salah satu panitia dari organisasi Democracy, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi titik awal pembentukan mindset penegak hukum masa depan yang tidak hanya paham teori tapi juga siap praktik.
Beberapa aspek utama yang menjadi penilaian dalam kompetisi meliputi: kemampuan argumentasi hukum, penguasaan materi, teknik pembuktian, etika beracara, dan kerja sama tim. Kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi calon mahasiswa yang akan mewakili Unisba dalam kompetisi moot court tingkat regional dan nasional.