Ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh. “Gelar dokter yang kita sandang hari ini sejatinya bukan hanya milik kita tetapi juga milik mereka yang selalu memperjuangkan kita,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gelar dokter membawa tanggung jawab besar. “Gelar ini bukan sekadar simbol intelektual tetapi juga panggilan moral dan kemanusiaan. Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup,” ungkapnya.
Laporan akademik disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter sekaligus Ketua Tahap Profesi FK Unisba, dr. Budiman, M.K.M. yang melaporkan bahwa pada gelombang ini, FK Unisba meluluskan 119 dokter baru dari angkatan 2020, 2022, dan 2023, yang terdiri atas 37 laki-laki dan 82 perempuan.
“Mahasiswa tahap profesi yang mengikuti yudisium dan sumpah dokter hari ini telah menempuh seluruh rangkaian pendidikan profesi selama kurang lebih dua tahun, mulai dari CBT dan MMPI, pembentukan karakter dokter muslim, hingga stase klinik di 16 bagian medis,” jelasnya.