Rektor juga menekankan bahwa setiap tindakan medis merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT. “Setiap pasien yang Saudara tangani adalah amanah, setiap keputusan adalah pertanggungjawaban, tidak hanya di hadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para dokter baru senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dalam praktik kedokteran. “Jadilah dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan keikhlasan. Dokter yang hadir bukan hanya untuk mengobati penyakit tetapi juga memberi harapan, menenangkan hati, dan menguatkan jiwa pasien,” tuturnya
Pengukuhan Identitas Profesional
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menekankan pentingnya nilai spiritual dalam menjalankan profesi dokter, khususnya sebagai dokter muslim. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak.