Ia menjelaskan, ibadah puasa yang dijalani selama Ramadan sejatinya membentuk karakter manusia yang lebih lembut, tenang, dan mampu mengendalikan diri. Namun, di tengah kemajuan zaman, manusia kerap dihadapkan pada berbagai tantangan moral dan sosial.
“Kita menyaksikan kemajuan peradaban yang pesat tetapi di sisi lain juga maraknya kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga ujaran kebencian yang memecah belah persaudaraan,” ungkapnya.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut muncul akibat melemahnya peran ruhani dalam kehidupan manusia. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memperbarui iman dan memperkuat nilai-nilai spiritual pascaramadan.
Mengutip sabda Rasulullah, Helmi menyampaikan, “Perbaharuilah imanmu. Perbanyaklah mengucapkan laa ilaaha illallah,” sebagai upaya menjaga kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ibadah puasa memiliki tiga nilai esensial, yakni menjaga fitrah kemanusiaan, memperkuat pengendalian diri, dan mencapai kesucian ruhani. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus terjaga setelah Ramadan berakhir.