Dalam konteks kehidupan modern, ia juga mengingatkan bahaya materialisme dan kecenderungan manusia yang mengukur kesuksesan hanya dari harta dan jabatan.
“Kesuksesan sering diukur dari harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, dan kekuasaan yang luas. Akibatnya, tidak sedikit manusia yang tenggelam dalam kenikmatan duniawi tanpa kendali,” tuturnya.
Menutup khutbahnya, Helmi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal membangun kehidupan yang lebih baik dengan memperkuat iman dan menghadirkan kasih sayang dalam kehidupan sosial.
“Mari kita jadikan momentum hari raya ini sebagai tekad bersama untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menghadirkan kasih sayang dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pesannya.
Ia berharap, nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan dapat melahirkan pribadi-pribadi bertakwa yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat marhamah, yakni masyarakat yang dilandasi kasih sayang, kepedulian, dan kepekaan terhadap sesama.(askur/png)***