Dekan Fakultas Syariah Unisba, Dr. N. Eva Fauziah, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan rukyat hilal tidak hanya menjadi kegiatan ilmiah, tetapi juga bagian dari ikhtiar keagamaan dalam menentukan waktu ibadah umat Islam.
“Hari ini kita tidak sekadar melihat hilal, tetapi juga menyaksikan bagaimana ilmu pengetahuan, iman, dan peradaban bertemu dalam satu titik. Di satu sisi kita membawa teleskop dan data astronomi, tetapi di sisi lain kita mengikuti tuntunan Rasulullah SAW untuk memulai dan mengakhiri ibadah dengan rukyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Observatorium Albiruni diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal ilmu falak dan astronomi Islam.
Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., menegaskan pentingnya menyikapi perbedaan penentuan awal bulan Hijriah dengan bijak.