“Baitul Hidayah adalah rumah bagi beliau. Setiap kali berkunjung ke Indonesia, tempat ini menjadi persinggahan wajib. Insya Allah, pada Ramadan mendatang, kita akan kembali menjamu Syaikh Umar Muhammad Dieb di sini,” ujar Iwan Shofyan.
Koreksi Adab dan Kebeningan Hati
Syaikh Muhammad Rojab Dieb mengawali nasihatnya dengan memberikan koreksi lembut terhadap penggunaan bahasa Arab dalam protokoler acara. Dia menjelaskan bahwa pengucapan wa ba’du (وبعد) lebih tepat diucapkan tanpa harakat akhir (wa ba’d) sesuai kebiasaan orang Arab. Dia juga menekankan pentingnya ketenangan dalam majelis ilmu, mengibaratkan adab para sahabat Nabi SAW, “Seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung (karena saking tenang dan khidmatnya).”
Terkait kesucian jiwa, Syaikh menekankan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan lahir dan batin, sebagaimana firman-Nya: