Terkait isu diskriminasi, Dedi Helsyanto, selaku pendiri LPI, menyoroti bagaimana kelompok rentan sering kali diobjektifikasi dalam proses politik.
“Mereka (kelompok rentan) tidak diperhatikan, dianggap lemah, dan dijadikan komoditi, khususnya oleh calon,” ungkap Dedi.
Dengan diselenggarakannya diskusi ini, melalui analisis media sosial, peningkatan literasi digital, serta kerja sama antarlembaga, diharapkan bahwa strategi yang dihasilkan dapat memberikan solusi konstruktif dalam menghadapi tantangan Pilkada 2024.(dimas/bnn)