Bagi Raihan, wisuda bukanlah akhir. “Buat teman-teman wisudawan semuanya, jangan patah semangat. Perjalanan ini baru dimulai. Ini titik awal kita untuk menjadi lebih besar dan lebih baik ke depannya,” pesannya.
Sementara bagi kedua orang tuanya, keberhasilan Raihan adalah jawaban dari doa dan perjuangan yang mereka jalani bersama.
“Bang, ternyata perjuangan kita berhasil. Pengorbanan Abang selama ini ternyata Allah kabulkan,” ujar sang ayah.
Sang ibu pun menyampaikan pesan sederhana untuk anak pertamanya. “Abang, Mama bangga sama Abang. Tetap bersyukur tetap jadi anak yang saleh. Bagaimanapun juga Abang sudah dewasa tetap jadi anak Mama dan Ayah,” katanya.
Bagi Raihan, gelar sarjana menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan orang tua bisa membawa seseorang sampai pada tujuan. Dan setelah wisuda, perjuangan itu tentu belum selesai.(askur/nmn)***


