Namun, untuk kebutuhan sehari-hari, Raihan tetap berusaha mandiri. Seusai kuliah, ia bekerja sebagai ojek online.
“Memang saya ingin ikut bermain atau nongkrong setelah selesai kuliah tetapi saya melihat kondisi keuangan orang tua maupun saya sendiri memang kekurangan. Maka dari itu saya memberanikan untuk ngojek,” ujar Raihan.
Menjadi ojol membuat Raihan harus pandai membagi waktu. Setelah mengikuti perkuliahan dan kegiatan organisasi, ia kembali bekerja mencari penghasilan.
Ia juga aktif di kampus. Raihan pernah mengikuti Kepanitiaan Pemilihan dan Persidangan di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (KP2FTK). Setelah itu, ia bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan ditempatkan di bidang media informasi.
Menjadi ojol juga memberinya banyak pengalaman. Salah satunya ketika ia mendapat pesanan makanan pada malam hari dan harus melewati jalan yang ternyata berada di kawasan pemakaman.


