Ketika Raihan memutuskan untuk kuliah, orang tuanya sempat khawatir tidak mampu membiayai hingga selesai. Namun, dukungan keluarga, termasuk pesan dari kakek Raihan yang telah meninggal dunia, membuat mereka tetap bersemangat.
“Dari awal kita bilang, ayo berjuang bareng-bareng,” kata ayah Raihan.
Perjuangan itu benar-benar dijalani bersama. Orang tua membantu biaya kuliah sesuai kemampuan, sementara Raihan berusaha memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari penghasilan sebagai ojol.
Sang ibu mengaku sering merasa sedih melihat Raihan pulang kuliah dalam keadaan lelah, lalu kembali bekerja.
“Pas pulang ke rumah, setelah kuliah, langsung ngojek. Pas datang kelihatan lelahnya,” tutur sang ibu.
Meski begitu, Raihan tetap berusaha menyelesaikan kuliahnya secara baik. Hingga akhirnya, ia berhasil menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Pembiasaan Shalat Berjamaah terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di MTs As-Shofa Cisarua” dan lulus dengan predikat Pujian.


