Desa Pakuhaji Bandung Barat merupakan salah satu wilayah yang menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi serius. Kondisi topografi perbukitan curam dengan kemiringan lereng di atas 30 persen, curah hujan tahunan yang tinggi melampaui 2.000 mm, serta posisi wilayah yang berada di jalur aktif Sesar Lembang menjadikan desa ini memiliki kerentanan terhadap tanah longsor dan banjir bandang yang dapat terjadi secara periodik. Meskipun telah berstatus sebagai Desa Tangguh Bencana, kapasitas warga dalam mitigasi mandiri masih perlu terus diperkuat, terutama pada aspek literasi digital kebencanaan.
Atas dasar itu, tim PKM LPPM Unisba menghadirkan program “LAPOR”, yaitu akronim dari Larangan merusak, Anjuran menanam, Peringatan moral, Optimalisasi ihsan, dan Respons cepat. Program ini dirancang sebagai model penguatan kesiapsiagaan berbasis komunitas yang menggabungkan pendekatan teknologi digital melalui aplikasi InaRISK Personal dengan nilai-nilai sosioreligius masyarakat.


