Pelaksanaan program ini menggunakan metode Participatory Action Research yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Program disusun melalui enam tahapan utama, yaitu pemetaan risiko partisipatif melalui survei lapangan, edukasi teologis-ekologis berbasis nilai lokal, pelatihan penggunaan aplikasi InaRISK Personal, simulasi evakuasi mandiri, gerakan penghijauan pada lahan kritis, serta pembentukan komunitas “Desa Siaga LAPOR.”
Melalui kegiatan ini, LPPM Unisba berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan masyarakat. Keterlibatan Tim Destana serta perwakilan RT dan RW menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. Dengan demikian, warga Desa Pakuhaji tidak hanya menjadi objek penerima informasi tetapi juga bertransformasi menjadi subjek aktif dalam manajemen risiko bencana.


