Materi kedua disampaikan Khambali dengan tema edukasi teologi “LAPOR”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis tetapi juga berhubungan erat dengan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi. Masyarakat diajak untuk tidak merusak lingkungan, membiasakan gerakan menanam, memperkuat kesadaran moral, mengoptimalkan nilai ihsan, serta membangun respons cepat dalam membantu sesama ketika terjadi bencana.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan Giantomi Muhammad melalui pendampingan penggunaan aplikasi InaRISK Personal. Peserta dikenalkan pada fitur-fitur aplikasi yang dapat membantu masyarakat mengetahui potensi risiko bencana di wilayah masing-masing. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital kebencanaan, sehingga warga dapat mengakses informasi risiko secara cepat, akurat, dan mudah digunakan.


