“Program Zero Waste tidak hanya soal perubahan perilaku tetapi juga ada manfaat untuk institusi, dosen, dan mahasiswa. Model seperti ini yang menurut mereka sangat mungkin untuk diadopsi,” jelasnya.
Titik menambahkan, kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara Unisba dan Universitas Al Ghifari. Salah satunya melalui diskusi dan pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Kita bisa menjadi partner diskusi berdasarkan pengalaman kita di Zero Waste, bagaimana mengemas sebuah program supaya berjalan dengan baik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Program Zero Waste Unisba. Ia berharap praktik baik yang telah dilakukan dapat terus dibagikan dan menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Al Ghifari, Nuchrodin, S.g., M.Pd., mengatakan pihaknya ingin belajar dari Unisba untuk membenahi pengelolaan sampah di lingkungan kampus.


